
PascasarjanaNews- Surakarta, 1 November 2025, Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta bekerja sama dengan Pascasarjana UIN SAIZU Purwokerto dan Taman Pustaka Nusantara menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Sekolah Manuskrip Mushaf Nusantara”, sebuah forum akademik yang bertujuan menggali kekayaan dan keunikan manuskrip mushaf di wilayah Nusantara dan tantangannya di era digital. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 1 November 2025, pukul 09.00–13.00 WIB, bertempat di Aula Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Islah Gusmian, M.Ag., Direktur Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta, sebagai narasumber utama. Dia dikenal luas sebagai pakar kajian manuskrip Islam dan tafsir Nusantara, dengan kontribusi akademik yang mendalam dalam pelestarian dan pemaknaan kontekstual atas warisan intelektual lokal.
Ada tiga hal yang dituju dari kegiatan ini. Pertama, memperkenalkan karakteristik dan sejarah mushaf-mushaf lokal di berbagai wilayah Nusantara serta dinamika yang terjadi di dalamnya. Kedua, mendorong kajian-kajia filologis dan kontekstual terhadap teks-teks Al-Qur’an yang ditulis tangan dengan pendekatan dekolonisasi. Ketiga, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian manuskrip sebagai bagian dari identitas keilmuan dan budaya Islam di Indonesia.
Acara ini diikuti para mahasiswa, peneliti, dan dosen yang berasal dari ketiga lembaga tersebut. Mereka ini adalah orang-orang memiliki consern dan minat yang mendalam terhadap studi filologi, tafsir lokal, dan sejarah intelektual Islam di Asia Tenggara.
Kegiatan kolaborasi antar berbagai lembaga ini menjadi bagian penting dalam mendorong dan mewujudkan visi Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta dalam mengembangkan kajian keislaman berbasis warisan lokal sekaligus didialogkan dengan tren transformasi digital yang tak terelakkan. Kegiatan ini dilakukan 5 kali dalam tahun 2025.