
PascasarjanaNews- Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta kembali menambah deretan doktor dengan meluluskan Dr. Rosida Nur Syamsiyati sebagai doktor ke-80 dalam Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Sidang terbuka promosi doktor berlangsung pada Kamis, 19 Juni 2025, di Aula Lantai I Gedung A Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta, Kampus Pakis, Klaten. Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh sejumlah akademisi terkemuka, dengan susunan dewan penguji sebagai berikut: Dr. Abd. Faishol, M.Hum., Prof. Dr. Islah, M.Ag., Prof. Dr. Bambang Sumardjoko, M.Pd., Prof. Dr. H. Sujito, M.Pd. Prof. Dr. H. Purwanto, M.Pd., Prof. Dr. H. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd. (Promotor), Prof. Dr. SF. Luthfie Arguby Purnomo, S.S., M.Hum. (Co-Promotor).
Dr. Rosida Nur Syamsiyati, yang juga merupakan dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah (FIT) UIN Raden Mas Said Surakarta pada Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), mempertahankan disertasinya berjudul “Pengelolaan Lingkungan Belajar Aman dan Inklusif pada Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Sukoharjo (Studi Kasus di TK Islam Kanita Tiara dan TK MTA Bulu)". Penelitian ini mengungkap strategi pengelolaan lingkungan belajar yang aman dan inklusif melalui empat tahapan utama perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Temuan ini menjadi kontribusi penting bagi pengembangan PAUD yang ramah bagi semua anak, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.
Dr. Rosida resmi tercatat sebagai lulusan doktor ke-80 yang dihasilkan UIN Raden Mas Said Surakarta. Pencapaian ini semakin memperkuat posisi universitas sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu manajemen pendidikan Islam di Indonesia.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Imam Makruf selaku promotor, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan "Selamat karena Saudara telah resmi menjadi doktor, jenjang pendidikan yang paling tinggi. Kami berharap ilmu yang didapatkan dapat selalu dikembangkan". "Gelar doktor bukan sekadar raihan formalitas, melainkan penanda bahwa seseorang layak disebut sebagai ilmuwan atau pakar. Pasca diraihnya gelar ini, Saudara harus terus mengembangkan diri, tetap rendah hati layaknya padi yang semakin berisi semakin merunduk, dan juga tidak pernah berhenti belajar", tambahnya.
Keberhasilan promovenda ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan anak usia dini, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif. (faa)