
PascasarjanaNews- Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar kegiatan akademik bertaraf nasional dengan menyelenggarakan Public Lecture pada hari Kamis, 4 Juni 2026. Bertempat di Aula Pascasarjana Kampus Pakis, Klaten, kuliah dosen tamu ini mengusung tema "Asketisme, Kekayaan, dan Dunia Digital" dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai angkatan dan program studi.
Acara dimulai dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Direktur Pascasarjana UIN Surakarta, Prof. Dr. Islah, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa dan pentingnya menghadirkan perspektif spiritual di tengah gempuran budaya materialisme digital.


Narasumber utama yang dihadirkan dalam kesempatan ini adalah Dr. Yusno Abdullah Otta, M.Ag., dosen sekaligus Direktur Pascasarjana IAIN Manado. Dengan penuh wawasan dan gaya penyampaian yang memikat, beliau memaparkan materi berjudul "Zuhud dan Materialisme: Menemukan Makna Harta di Era Modern."
Dalam paparannya, Dr. Yusno menjelaskan tentang bagaimana role model umat Islam Nabi Muhammad SAW menyeimbangkan kelimpahan kekayaan dengan kesucian batin. Filosofi puncak zuhud di era modern disampaikannya dengan sebuah analogi yang mengesankan: "Hiduplah seperti ikan di laut yang asin, tapi ia tidak menjadi asin setelah mati. Beradalah di tengah kelimpahan dunia. Kelola harta, bangun peradaban, dan nikmati fasilitas modern. Namun pastikan hatimu tetap murni, tidak terkontaminasi oleh materialisme, dan selalu merdeka untuk kembali kepada-Nya."


Public lecture ini dimoderatori oleh Kaprodi S2 Studi Islam, Dr. Hamdan Maghribi, S.Th.I., M.Phil. Sesi tanya jawab berlangsung sangat dinamis, puluhan mahasiswa tampak antusias mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan narasumber.

Di akhir acara, baik pihak Pascasarjana UIN Surakarta maupun Pascasarjana IAIN Manado menyatakan harapannya agar kerja sama di antara kedua lembaga tetap terawat sehingga lebih banyak lagi kegiatan akademik yang dapat dilaksanakan bersama di masa depan. Sinergi ini diyakini akan terus memajukan pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia, khususnya di level pascasarjana. (faa)