
PascasarjanaNews- Dr. Rustomo resmi menyandang gelar Doktor ke- 82 setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka promosi doktor bidang Manajemen Pendidikan Islam yang digelar di Aula Lantai I Gedung A Kampus Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, Pakis, Klaten, pada Senin (11/8/2025). Disertasinya yang berjudul “Pengaruh Kualitas Kepemimpinan, Kelengkapan Fasilitas Pembelajaran, dan Komitmen Guru terhadap Mutu Pembelajaran dengan Program Teaching Factory sebagai Variabel Moderasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Islam Kabupaten Bekasi” menambah solusi strategis dalam meningkatkan kesiapan kerja lulusan SMK.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah rendahnya jumlah lulusan SMK yang siap memasuki dunia kerja. Dr. Rustomo mengidentifikasi bahwa mutu pembelajaran di SMK dipengaruhi oleh tiga faktor utama: kualitas kepemimpinan kepala sekolah, kelengkapan fasilitas pembelajaran, dan komitmen guru. Namun, faktor-faktor tersebut perlu diperkuat dengan program Teaching Factory (TEFA) sebagai variabel moderasi untuk memastikan lulusan SMK benar-benar siap kerja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan kepala sekolah terhadap mutu pembelajaran menjadi faktor paling esensial. Kepemimpinan yang visioner dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan mampu mendorong pemanfaatan fasilitas pembelajaran dan meningkatkan komitmen guru. Sementara itu, program Teaching Factory terbukti efektif sebagai jembatan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan industri, sehingga lulusan SMK lebih siap bersaing di dunia kerja.
Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh sejumlah profesor terkemuka, yaitu: Prof. Dr. Islah, M.Ag., Prof. Dr. Agus Waluyo, M.Ag., Prof. Dr. H. Sujito, M.Pd., Prof. Dr. H. Purwanto, M.Pd., Prof. Dr. H. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd. (Promotor), dan Dr. Raden Lukman Fauroni, S.Ag., M.Ag. (Co-Promotor) .
Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi SMK, terutama dalam mengoptimalkan program Teaching Factory untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri. Selain itu, kepala sekolah diharapkan dapat meningkatkan kepemimpinannya dalam mendorong inovasi pembelajaran, sementara pemerintah dan stakeholder pendidikan perlu memperhatikan ketersediaan fasilitas yang memadai. (faa)