Loading...

Hartono Raih Gelar Doktor ke-101 UIN Surakarta, Disertasinya Kaji Internalisasi Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan

Diterbitkan pada
22 Juni 2026 16:08 WIB

Baca

PascasarjanaNews- Suasana khidmat dan akademik menyelimuti Aula Gedung A Kampus Pascasarjana UIN Raden Mas Said (RMS) Surakarta di Pakis, Klaten, pada hari Senin, 22 Juni 2026. Bertempat di lokasi yang sama, digelar Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Promovendus Hartono berhasil mempertahankan disertasinya yang mengkaji secara mendalam tentang internalisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Sidang promosi yang berlangsung secara terbuka ini dipimpin oleh Ketua Sidang, Wakil Rektor II UIN Surakarta Dr. Raden Lukman Fauroni, S.Ag., M.Ag., didampingi oleh Sekretaris Sidang Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Islah, M.Ag. Turut hadir dalam tim penguji yang kompeten, yaitu Dr. H. Muhammad Aji Nugroho, Lc., M.Pd.I. serta jajaran penguji lainnya yang terdiri dari Prof. Dr. H. Purwanto, M.Pd., Prof. Dr. H. Fauzi Muharom, M.Ag., dan Prof. Dr. Imroatus Solikhah, S.Pd., M.Pd., M.E. Sementara itu, tim promotor yang membimbing disertasi ini adalah Prof. Dr. H. Baidi, M.Pd. selaku Promotor dan Prof. Dr. H. Sujito, M.Pd. selaku Co-Promotor.

Dalam ujian yang berlangsung khidmat tersebut, Hartono memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul "Internalisasi Nilai-Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui Kegiatan Baitul Arqam dan Mentoring Bagi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta." Penelitian ini menyoroti peran strategis AIK yang tidak sekadar dipandang sebagai mata kuliah agama, melainkan sebagai "tulang punggung ideologis" yang mengintegrasikan aspek akademik dengan pembinaan karakter melalui kebijakan institusional . Proses internalisasi ini dilakukan secara sistematis dalam tiga fase, yaitu inisiasi melalui Baitul Arqam (BA), pemeliharaan melalui Mentoring, dan artikulasi konseptual dalam mata kuliah AIK 1–4.

Penelitian Hartono juga mengungkap model pengenalan nilai AIK yang efektif di UMS. Melalui kegiatan Baitul Arqam, nilai-nilai seperti keikhlasan dan kebersamaan diperkenalkan melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) selama 4 hari 3 malam dengan ritme hidup pesantren. Sementara itu, kegiatan mentoring berfungsi sebagai pendampingan berkelanjutan dalam kelompok kecil yang menekankan pada standar literasi Al-Qur'an serta pendekatan teman sebaya (peer learning).

Acara yang berlangsung dari siang hingga sore hari itu dihadiri dan disaksikan oleh para keluarga, rekan kerja, dan beberapa rekan promovendus yang juga sedang menempuh studi jenjang doktor di Pascasarjana UIN Surakarta. Kehadiran mereka menambah suasana haru dan kebanggaan, sekaligus menjadi saksi atas perjalanan akademis Hartono. Setelah melalui ujian yang ketat, promovendus dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar Doktor. Dengan keberhasilan ini, Hartono tercatat sebagai Doktor ke-101 yang dihasilkan oleh UIN Raden Mas Said Surakarta, menandai tonggak sejarah baru bagi institusi dan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen pendidikan Islam di Indonesia. (faa)