Loading...

Doktor ke-84 UIN Surakarta Soroti Manajemen Klinik untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Diterbitkan pada
26 September 2025 16:04 WIB

Baca

 

PascasarjanaNews- Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta kembali melahirkan doktor baru dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam. Promovenda Nadjibah Yahya berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Manajemen Klinik Tumbuh Kembang Puspa Holistic & Integrative Care pada Anak Berkebutuhan Khusus di Yayasan Lembaga Pendidikan Al Firdaus Surakarta” dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor yang digelar pada Jumat, 26 September 2025.

Sidang yang berlangsung di Aula Lantai I Gedung A Pascasarjana, Kampus Pakis, Klaten ini mengukuhkan Dr. Nadjibah Yahya sebagai doktor ke-84 yang dilahirkan oleh UIN Raden Mas Said Surakarta.

Dalam pemaparan disertasinya, Dr. Nadjibah banyak menyoroti fenomena memprihatinkan dimana masih banyak Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang diabaikan dan distigma sebagai anak "tidak normal". Ia menekankan bahwa kurangnya pengetahuan dan perhatian orang tua seringkali menjadi akar masalah, terutama pada anak dengan gangguan perilaku sosial, komunikasi, dan emosional.

“Dalam kasus yang ekstrem di masyarakat, ABK seperti ini bahkan dipasung oleh orang tuanya agar tidak mengganggu orang lain. Padahal, jika kelainan dapat terdeteksi sejak dini, tenaga medis dan pendidik dapat memberikan intervensi dan pemahaman yang tepat kepada keluarga,” tegas promovenda yang juga berprofesi sebagai dokter ini, menunjukkan kepeduliannya yang mendalam terhadap isu tersebut.

Dewan penguji dal sidang kali ini terdiri dari Prof. Dr. Toto Suharto, M.Ag. (Ketua Sidang), Prof. Dr. Islah, M.Ag. (Sekretaris Sidang), Prof. Dr. Minsih, S.Ag., M.Pd. (Penguji I), Prof. Dr. H. Sujito, M.Pd. (Penguji II), Dr. Awan Kostrad Diharto, S.E., M.Ag. (Penguji III), Prof. Dr. Drs. Giyoto, M.Hum. (Penguji IV dan sebagai Promotor), Dr. Hj. Maslamah, M.Ag. (Penguji V dan sebagai Co-Promotor).

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Drs. Giyoto, M.Hum. selaku Promotor, mengungkapkan kebanggaan dan apresiasinya. Beliau berharap Dr. Nadjibah Yahya dapat tetap teguh mengembangkan kepakarannya dalam manajemen klinik tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.

“Awal diskusi kami menentukan tema, dilandasi kondisi keprihatinan dimana hak-hak ABK justru diisolasi dan menjadi kelompok yang dikesampingkan. Terima kasih kepada Yayasan Puspa yang telah concern, sehingga penelitian ini dapat dilakukan. Saya dan Co-Promotor sangat senang ada mahasiswa yang membahas topik penting ini,” ujar Prof. Giyoto.

Beliau juga mengutip data yang memperkuat urgensi penelitian ini, “Sekitar 36% ABK tidak bersekolah, sebuah angka yang sangat memprihatinkan. Banyak juga yang dipasung, sehingga hak-haknya hilang. Kita harus mulai care,” pungkasnya mengingatkan.

Keberhasilan Dr. Nadjibah Yahya ini diharapkan tidak hanya menjadi prestasi akademis semata, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas layanan dan manajemen bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia, serta mengubah paradigma masyarakat dalam memandang dan memperlakukan ABK. (faa)