
PascasarjanaNews- Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menorehkan prestasi melalui pelaksanaan Ujian Terbuka Promosi Doktor ke-77 dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam pada hari Kamis, 12 Juni 2025 di Aula Lantai 1 Gedung A Kampus Pascasarjana Pakis, Klaten. Kali ini, giliran Putri Irma Solikhah yang berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Manajemen Kesejahteraan Guru di TK Aisyiyah Kecamatan Kartasura" di hadapan dewan penguji dengan sangat meyakinkan.
Disertasi ini mengangkat isu strategis dan humanis mengenai kesejahteraan guru, khususnya guru Taman kanak-kanak, dengan pendekatan yang komprehensif, reflektif, sekaligus inspiratif. Promovenda yang juga aktif di organisasi Aisyiyah Kartasura ini menampilkan hasil penelitian yang heroik karena secara tajam menyoroti berbagai tantangan dan realitas lapangan yang dihadapi oleh guru TK dalam menjalankan tugasnya.

Sidang terbuka ini diselenggarakan di Aula Lantai I Gedung A Pascasarjana Pakis, Klaten, dan dihadiri oleh sivitas akademika, keluarga, serta para tamu undangan. Adapun dewan penguji yaitu: Dr. Abd. Faishol, M.Hum., Prof. Dr. Islah, M.Ag., Prof. Dr. Imam Machali, S.Pd.I., M.Pd., Prof. Dr. H. Sujito, M.Pd., Prof. Dr. H. Purwanto, M.Pd., Prof. Dr. H. Muhammad Munadi, S.Pd., M.Pd. (Promotor), Dr. Hj. Siti Choiriyah, S.Ag., M.Ag. (Co-Promotor).
Dalam disertasinya, prmovenda menemukan bahwa manajemen kesejahteraan guru mencakup lima aspek utama: perekrutan SDM, internalisasi nilai, pengembangan kompetensi, pengelolaan beban kerja, dan pengelolaan konflik. Rekrutmen menekankan keselarasan nilai dengan penekanan pada motif keagamaan dan relasi personal. Sementara itu, internalisasi nilai dilakukan melalui kegiatan keagamaan yang membangun kohesi dan makna namun juga berpotensi menambah beban, terlebih dalam sistem full day school.
Pengelolaan beban kerja guru menghadapi tantangan serius seperti persepsi masyarakat yang keliru terhadap profesi guru TK, minimnya pelatihan inklusif, serta disparitas akses pengembangan kompetensi. Di sisi lain, tantangan administratif dan kebutuhan kelas usia dini memerlukan penyesuaian sistemik dan perhatian terhadap suara guru.
Penanganan konflik dilakukan dengan pendekatan non-positivistik, menekankan internalisasi nilai ibadah dan kesadaran spiritual. Sementara itu, dalam dimensi personal, guru-guru menunjukkan kesejahteraan diri yang bersumber dari kesadaran spiritual dan teologis, menjadikan dedikasi mereka sebagai bagian dari ibadah dan pencapaian akhirat.
Penelitian ini menawarkan perspektif baru yang kontras dengan pendekatan Marxisme, dan justru mengedepankan psikologi humanistik-transpersonal, menjadikan transendensi sebagai sumber makna dalam dedikasi guru. Guru TK, dalam konteks ini, memaknai kelelahan sebagai ibadah dan membangun iklim kerja suportif yang mengedepankan empati dan saling merawat.
Dengan keberhasilan mempertahankan disertasinya, Putri Irma Solikhah resmi menyandang gelar Doktor, dan menjadi Doktor ke-78 yang dilahirkan oleh Program Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta. Keberhasilannya tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan anak usia dini di Indonesia, khususnya dalam kerangka pemberdayaan guru TK. (faa)