
PascasarjanaNews- Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menggelar sidang terbuka promosi doktor bagi promovendus Edy Muslimin di Aula Lantai I Gedung A, Kampus Pakis, Klaten, Jumat (19/9/2025). Sidang yang berlangsung khidmat ini berhasil mengukuhkan Edy Muslimin sebagai Doktor ke-83 bidang Manajemen Pendidikan Islam yang dilahirkan oleh UIN Raden Mas Said Surakarta.
Promovendus mempertahankan disertasinya yang berjudul "Pelibatan Bawahan dalam Kepemimpinan Pendidikan di Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta Periode 2020 – 2024". Penelitian ini mengkaji secara mendalam strategi pelibatan bawahan, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta gaya kepemimpinan pendidikan di Institut Islam Mamba'ul 'Ulum (IIM) Surakarta.

Dewan penguji sidang dipimpin secara profesional oleh para ahli di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Toto Suharto, M.Ag. sebagai ketua sidang, dengan Prof. Dr. Islah, M.Ag. sebagai sekretaris sidang. Tim penguji lainnya terdiri dari Prof. Dr. Miftahuddin, M.Ag. (Penguji I), Prof. Dr. H. Sujito, M.Pd. (Penguji II), Dr. Awan Kostrad Diharto, S.E., M.Ag. (Penguji III), Prof. Dr. Drs. Giyoto, M.Hum. (Penguji IV sekaligus Promotor), dan Prof. Dr. Yusup Rohmadi, M.Hum. (Penguji V sekaligus Co-Promotor).
Hasil penelitian memaparkan bahwa pelibatan bawahan di IIM Surakarta dilakukan secara aktif melalui pembagian tugas yang dialogis, pelibatan dalam musyawarah rutin, dan penciptaan iklim kerja yang terbuka. Yang menarik, bawahan tidak hanya dilibatkan sebagai pelaksana, tetapi juga diberi ruang untuk berkontribusi dalam perencanaan, evaluasi, hingga penyusunan kebijakan program. Hal ini menghasilkan hubungan kolegial dan partisipatif antara pimpinan dan bawahan yang berorientasi pada pengembangan institusi. Faktor internal yang mempengaruhi antara lain: beberapa kebijakan bersifat top-down, budaya organisasi inklusif masih setengah hati, belum optimalnya komunikasi dua arah, beban kerja belum merata, keterbatasan jumlah SDM. Faktor eksternal yang mempengaruhi antara lain: regulasi kementerian seringkali sentralistik dan administratif mereduksi fleksibilitas pengambil kebijakan institusi, keterbatasan anggaran operasional sehingga fokus efisiensi pada berbagai sektor, tekanan pekerjaan akreditasi serta kompetisi antar perguruan tinggi memaksa pimpinan mengambil peran strategis tanpa keterlibatan bawahan. Gaya kepemimpinan yang dominan adalah gaya demokratis-transformasional-partisipatif dengan indikator: musyawarah, pemberdayaan, pengembangan kapasitas bawahan. Pimpinan menanamkan nilai-nilai: keteladanan, menciptakan budaya kerja kolaboratif, dan menghidupkan nilai-nilai Islam dalam pengambilan keputusan. Kepemimpinan tidak dijalankan secara otoriter, melainkan berbasis nilai kolektivitas dan kepercayaan.
Dalam sambutannya, Promotor Prof. Dr. Drs. Giyoto, M.Hum. menyoroti keunikan penelitian ini. "Sudah ada banyak penelitian, tapi baru kali ini dibuat sangat berbasis data. Dulu penelitian serupa banyak berbasis pada peran sentral tokoh atau kyai, namun penelitian ini menunjukkan sebuah perubahan menuju model yang lebih mewadahi dan memberdayakan keterlibatan bawahan," ujarnya.
Sidang promosi doktor ini dihadiri oleh para tamu undangan yang memenuhi aula, termasuk keluarga, jajaran pimpinan di lingkungan IIM Surakarta, pimpinan yayasan, kolega, dan teman seangkatan promovendus. Kehadiran mereka turut memeriahkan dan menyemangati prosesi akademik yang bersejarah ini.
Dengan diperolehnya gelar doktor ini, Dr. Edy Muslimin yang kini menjabat sebagai Rektor IIM Surakarta diharapkan dapat mengimplementasikan temuan penelitiannya secara lebih luas dan berkontribusi dalam pengembangan model kepemimpinan pendidikan yang lebih demokratis dan efektif di Indonesia. (faa)