
PascasarjanaNews- Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta kembali melahirkan doktor baru dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam melalui sidang terbuka promosi doktor yang digelar di Aula Lantai I Gedung A Pascasarjana Pakis, Klaten pada hari Rabu (11/06/2025). Promovendus Dr. Khasan Ubaidillah dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Manajemen Penguatan Karakter Berbasis Moderasi Beragama Melalui Implementasi Kurikulum Merdeka pada Raudlatul Athfal di Kota Surakarta”.
Dewan Penguji sidang terdiri dari sejumlah pakar akademik, di antaranya: Dr. Raden Lukman Fauroni, S.Ag., M.Ag., Prof. Dr. Islah, M.Ag., Prof. Dr. H. Ihsan, M.Ag., Prof. Dr. H. Sujito, M.Pd., Prof. Dr. H. Purwanto, M.Pd., Prof. Dr. Drs. Giyoto, M.Hum. (Promotor), dan Prof. Dr. SF Luthfie Arguby Purnomo, S.S., M.Hum. (Co-Promotor)
Disertasi Dr. Khasan Ubaidillah mengkaji pentingnya moderasi beragama dalam penguatan karakter anak melalui implementasi Kurikulum Merdeka di Raudlatul Athfal (RA). Penelitian ini mengambil studi kasus di RA Al Islam 1 Jamsaren dan RA Miftahul Jannah Banjarsari, Surakarta.

Menurutnya, moderasi beragama menjadi solusi dalam mencegah konflik sekaligus membentuk karakter anak sejak dini. Semua pemangku kepentingan perlu bahu-membahu memperkuat ekosistem pendidikan karakter berbasis Moderasi Beragama. Pemerintah memastikan kebijakan dan dukungan sumber daya yang kontinu, sekolah mengelola dan mengimplementasi program dengan inovatif dan terukur, orang tua melanjutkan nilai-niai di rumah, dan komunitas ilmiah terus mencari cara-cara baru yang efektif. Dengan demikian, harapan jangka panjangnya, anak-anak Indonesia sejak dini akan tumbuh menjadi generasi yang treligius dan toleran, beriman dan cinta damai, serta beridentitas sebagai muslim yang nasionalis.
Di hadapan para tamu undangan yang hadir mulai dari keluarga, rekan kerja, hingga teman seperjuangan, Prof. Dr. Drs. Giyoto, M.Hum. selaku promotor menyampaikan kebanggaannya karena penelitian di tingkat RA masih jarang dilakukan. “Kami sangat senang karena baru sedikit peneliti yang tertarik meneliti RA. Judul ini sangat relevan, semoga memberikan dampak positif tidak hanya bagi RA, tapi juga playgroup, PAUD, dan pendidikan pra-sekolah secara umum,” ujarnya.

Ia juga berharap agar penelitian selanjutnya tidak hanya fokus pada moderasi beragama, tetapi juga aspek lain seperti pengembangan SDM dan materi pembelajaran pra-sekolah.
Dr. Khasan Ubaidillah resmi menjadi doktor ke-75 yang dilahirkan UIN Raden Mas Said Surakarta. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Surakarta, yang semakin memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pendidikan dan masyarakat.
Sidang berlangsung lancar dan diakhiri dengan penyematan gelar serta ucapan selamat dari seluruh dewan penguji. (faa/Foto:HumasUINSurakarta)