
PascasarjanaNews- "M. Quraish Shihab, merupakan salah satu tokoh penting yang menumbuh-kembangkan gairah kajian-kajian Al-Quran di Indonesia pada awal era 1990-an hingga sekarang." Demikian dikatakan, Islah Gusmian, Direktur Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta, dalam acara Seminar Al-Quran yang dihelat pada 15 Februari 2025 di Masjid Istiqlal Jakarta dalam rangka Ulang Tahun ke-20 Pusat Studi Al-Quran (PSQ).
Islah diundang sebagai pembicara bersama dua pembicara lain, yaitu M. Muhlis Hanafi, sosok yang terlibat dalam kerja-kerja intelektual di PSQ dan Munir Ichwan, dosen di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta Menteri Agama RI, Nasarudin Umar, sebagai keynote speech.

Dalam acara tersebut, lebih lanjut Islah menjelaskan bahwa kajian-kajian Al-Quran dengan pendekatan tafsir tematik yang mulai semarak di Perguruan Tinggi Agama Islam pada era 1990-an tak terlepas dari jasa Pak Quraish yang memperkenalkan pendekatan tematik tersebut. Buku "Membumikan Al-Quran" dan "Wawasan Al-Quran" pada era itu menjadi buku yang banyak dibaca dan diacu para mahasiswa dalam menulis tugas akhir, baik skripsi, tesis, maupun disertasi.
Sepuluh tahun kemudian, lanjut Islah menjelaskan, pemikiran dan karya-karya Quraish dikaji oleh para sarjana, apalagi sejak tafsir Al-Misbah, tafsir lengkap 30 juz yang ditulis Quraish, telah dihidangkan kepada masyarakat secara luas.
Momen ulang tahun ke-20 PSQ ini bagi Islah juga mengingatkan etape pertumbuhan dan pengalaman personal ketika mengelola Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir di kampus di mana ia mengabdi. Pada tahun 2007, Islah mengisahkan bahwa Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN Raden Mas Said Surakarta, waktu itu masih sebagai Sekolah Tinggi, telah bekerjasama dengan PSQ dalam berbagai kegiatan di bidang kajian-kajian Al-Quran. Dan momen ini menjadi penanda tentang hubungan intelektual dalam kerja membumikan Al-Quran. (pasca)