Loading...

Akselerasi Layanan Publik, Pegawai Pascasarjana UIN Raden Mas Said Perkuat Kapasitas Melalui Integrasi Artificial Intelligence (AI)

Diterbitkan pada
23 April 2026 15:10 WIB

Baca

SURAKARTA, 23 April 2026 – Dalam upaya mempercepat transformasi digital di lingkungan kampus, pegawai Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta mengikuti pelatihan intensif bertajuk "Sinergi Transformasi Digital: Integrasi AI dalam Layanan SDM & Komunikasi Publik". Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Utama Sidang Senat Rektorat, Lantai 1, dengan menghadirkan pakar transformasi digital, Dr. Reno Wikandaru, M.Phill., selaku Founder & CEO Research.ID Academy.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis universitas dalam merespons lanskap teknologi tahun 2026, di mana integrasi AI bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi birokrasi. Selama sesi berlangsung, para peserta dibekali kemampuan praktis untuk memanfaatkan berbagai alat AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude guna mendukung pekerjaan administratif dan layanan publik.

Fokus Peningkatan Layanan SDM dan Humas Dalam materi yang disampaikan, para pegawai diajarkan tujuh penggunaan konkret AI untuk layanan SDM, mulai dari penyusunan draf surat dinas yang lebih cepat hingga otomatisasi notulensi rapat dari rekaman audio. Selain itu, sisi komunikasi publik juga diperkuat melalui pemanfaatan AI untuk pembuatan siaran pers, artikel web, dan pengelolaan media sosial kampus agar lebih tajam dan informatif.

Dr. Reno Wikandaru menekankan bahwa penggunaan AI di lingkungan ASN harus tetap berpijak pada prinsip "AI sebagai asisten, bukan pengganti". "Yang terpenting bukan sekadar menggunakan alatnya, tetapi bagaimana kita memahami etika, keamanan data, dan menjaga nilai-nilai kelembagaan dalam setiap output yang dihasilkan," ungkapnya dalam sesi materi.
Keamanan Data dan Nilai Etis Menyadari pentingnya privasi di institusi pemerintahan, pelatihan ini juga memberikan penekanan khusus pada protokol keamanan data. Pegawai diingatkan untuk tidak mengunggah data pribadi ASN, data mahasiswa yang teridentifikasi, maupun dokumen rahasia negara ke dalam platform AI publik. Transformasi ini juga diselaraskan dengan nilai-nilai keislaman seperti Amanah, Shidq (Kejujuran), Adil, dan Ihsan sebagai kerangka etis penggunaan teknologi.

Melalui pelatihan ini, UIN Raden Mas Said Surakarta, khususnya unit Pascasarjana, menargetkan Roadmap 90 Hari untuk mulai mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja unit masing-masing guna mewujudkan pelayanan prima yang lebih responsif dan modern bagi seluruh sivitas akademika.
Editor : WNL
Foto   : Rizky