
PascasarjanaNews- Surakarta, 9 Oktober 2025, Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta akan menyelenggarakan 2nd International Conference on Islamic Studies and Educational Research (ICISER) 2025 pada Selasa, 4 November 2025 di Gedung SBSN UIN Raden Mas Said Surakarta, dengan format hybrid (luring & daring). Mengusung tema: “Decolonial Studies and Postcolonial Piety: Digital Islam, Education, Local Traditions, and Global Discourses.”
Tahun ini, panitia mencatat 358 abstrak yang masuk, berasal dari 10 negara; Algeria, Pakistan, Nigeria, Tajikistan, Malaysia, Gambia, Filipina, Australia, Mesir, dan Kenya, mewakili puluhan institusi dalam dan luar negeri. Angka ini menegaskan posisi ICISER sebagai forum strategis untuk membahas dekolonisasi pengetahuan, kesalehan pascakolonial, dan inovasi pendidikan berbasis tradisi lokal yang terhubung dengan wacana global.
Pembicara Utama antara lain : Prof. Nur Ichwan (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia), Prof. Anis Malik Thoha (Universiti Islam Sultan Sharif Ali/UNISSA, Brunei Darussalam), Modassir Ali, Ph.D. (Qatar), dan Hazrat Syah Kayen (Afghanistan). Naskah terpilih berkesempatan diproses pada jurnal mitra: JEMIN (Sinta 2), Al-A‘raf (Sinta 2), Islimus (Sinta 3), Shahih (Sinta 3), AJIPP (Sinta 4), At-Tarbawi (Sinta 4).
Peserta dapat memilih mode hadir, mempresentasikan makalah, serta mengikuti diskusi tematik lintas-disiplin yang menghubungkan Islam, pendidikan, sains–teknologi, ekologi, dan literasi digital. ICISER 2025 menargetkan konsolidasi riset dekolonial dan kesalehan pascakolonial dalam studi Islam dan pendidikan; penguatan integrasi ilmu (agama–sains–teknologi); percepatan inovasi kurikulum, pedagogi, dan asesmen; serta peningkatan literasi digital & media; termasuk pemanfaatan AI dalam pembelajaran dan riset keislaman, dengan tetap meneguhkan tradisi lokal sebagai sandaran dialog dengan diskursus global. (pasca)